
Lebih dari Sekadar Mobil: Membangun Koneksi Lewat Presisi dan Kepemimpinan
Bagi saya, otomotif bukan sekadar mesin, torsi, atau mobilitas—mobil adalah titik awal untuk membangun koneksi manusia yang bermakna. Prinsip “Creating connection through conversation. Cars are just the beginning” menjadi benang merah yang mengarahkan perjalanan saya dari ruang kuliah teknik hingga memimpin operasional cabang di industri otomotif nasional.
Langkah saya berakar kuat pada dunia rekayasa saat menempuh pendidikan sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di sana, rasa cinta terhadap dunia otomotif terasah lewat keterlibatan aktif di Unit Otomotif Cikal ITB. Dedikasi tersebut mengantarkan saya meraih predikat lulusan terbaik (cum laude) pada wisuda April 2016 dengan IPK 3.76, serta kesempatan berharga mewakili ITB dalam diskusi bersama Presiden Joko Widodo.
Selepas dari ITB, saya memantapkan karier bersama PT Astra International Tbk – Toyota (Auto2000). Memulai dari program Management Trainee pada 2016, saya belajar memahami seluk-beluk bisnis otomotif dari hulu ke hilir:
- Head of Section (2017–2020): Membangun fondasi kepemimpinan teknis dan operasional awal.
- Service Manager (2020–2025): Mengelola operasional purnajual (aftersales) dan menjaga kepuasan pelanggan selama lima tahun.
- Branch Manager / Branch Head (Januari 2025–Sekarang): Memimpin operasional diler secara menyeluruh di Auto2000 Muara Karang dan terhubung dengan inisiatif antusias seperti GR Garage PIK.
Menyadari bahwa tantangan bisnis modern menuntut pemahaman strategis yang lebih luas dari sekadar keahlian teknis, saya melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di BINUS University (konsentrasi Innovation and Entrepreneurship). Lulus dengan IPK 3.83 pada tahun 2024 semakin memperkuat perspektif saya dalam memadukan ketajaman bisnis, inovasi layanan, dan kepemimpinan tim.
Kini, sebagai Branch Head, fokus utama saya adalah memastikan setiap pelanggan mendapatkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang mudah, transparan, dan berkesan, sekaligus membina tim yang tangguh dan adaptif menghadapi masa depan mobilitas Indonesia.


